Jumat, 29 Juni 2012

roy punya


Silabus

Nama sekolah              : MAN Jombang
Mata pelajaran             : Pendidikan Kewarganegaraan.
Kelas / semester           : XI / I
Alokasi waktu : 2 x 45 (menit)

Standar kompetensi : menganalisi budaya politik Indonesia
Kompetensi dasar
Indicator
Metode pembelajaran
Kegiatan pembelajaran
Penilaian
Akoasi waktu
Sumber belajar
Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi pemngembangan budaya politik
·    Mengidentifikasi si fungsi partai politik.

·    Mnenjelaskan pengembangan budaya politik

·    Menjelaskan sosialisasi politik dan komunkasi politik
·    Fungsi parti politik



·    Pengembangan budaya politik


·    Sosialisasi politik dan komunikasi politik
Menggali informasi dari berbagai literatur tentang fungsi partai politik, dan juga pengembangan budaya politik

mencari informasi dar berbagai literatur tentang sosialisasis politik dan komunikasi politik
Non tes = perfo monce tes (tugas kelompok individu)
2 x 45
Budi Yanto (2006) Pkn Kelas XI Jakarta, Penerbit Erlangga

Bambang Suteng Dkk.Pkn Kelas XI Penerbit Erlangga.

MGMP Pkn kelas XI MA Kabupaten Jombanng


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama sekolah              : MAN Jombang
Mata pelajaran             : Pendidikan Kewarganegaraan.
Kelas / semester           : XI / I
Alokasi waktu : 2 x 45 Menit
A.     Standar Kompetensi :
1.      Menganalisis budaya. Politik di Indonesia
B.     Kompetensi Dasar
1.3.  Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik
C.     Indikator pencapaian belajar
1.3.4.      Mengidentifikasi fungsi partai politik
1.3.5.      Menjelaskan pengembangan budaya politik
1.3.6.      Menjelaskan sosialisasi politik dan komunikasi politik
D.     Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa mampu mengidentifikasi fungsi partai politik
2.      Siswa mampu menjelaskan pengembangan budaya politik
3.      Siswa mampu menjelaskan sosialisasi poliik dan komunikasi politik 
E.      Materi Pembelajaran
1.      Fungsi partai politik
2.      Pengembangan budaya politik
3.      Sosialisasi politik dan komunikasi politik
F.      Metode pembelajaran
Kartu arisan
G.     Langkah-langkah pembelajaran
Uraian kegiatan
Waktu
  1. Kegiatan Awal
1.      Guru memberikan salam dan mengabsen siswa
2.      Guru menanyakan tentang kesiapan siswa dalam proses pembelajaran
  1. Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang akan di ajarkan
  1. Kegiatan Inti
1.      Guru menyampaikan materi
2.      Guru membentuk kelompok secara heterogen
3.      Kartas jawaban bagikan pada siswa/ kartu soal yang digulung  dan dimasukkan dalam botol
4.      Botol yang berisi gulungan soal dikocok, kemudian salah satu yang jatuh. Dibacakan agar di jawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban
5.      Apabilah jawaban benar maka siswa dipersilahkan tepuk tangan atau yel-yel lainnya
6.      Setiap jawaban yang benar diberi pin 1 sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya .
7.      Dan Seterusnya
  1. Kegiatan akhir
1.      Guru memberikan pekarjaan rumah dari lks
2.      Sebagai kegiatan akhir meminta siswa mempelajari kembali materi yang telah diajarkan dan mempelajari materi berikutnya.
10 menit






75 menit












5 menit

H.     Alat / Bahan / Simber Belajar
1.      Alat  / bahan
-         Kartu soal / lembar jawaban
-         Botol
2.      Sumber belajar
1.      Budiyanto (2006) pendidikan kewarganegaraan kelas XI, Jakarta, penerbit Erlangga
2.      Bambang suteng, Dkk pendidikan kewarganegaraan kelas XI penerbit Erlangga
3.      Sir jutmini winarno (2006) pendidikan kewarganegaraan kelas XI Penerbit Tiga Serangkai.
4.      MGMP pendidikan kewarganegaraan kelas XI MA Kabupaten Jombang 
I.        Penilaian
    1. Non tes
a.       Partisipasi aktif setiap siswa dalam kegiatan belajar
b.      Cara siswa menyampaikan ulasan deskriptifnya secara lisan
c.       Sikap siswa dalam komunikasi terhadap sesama kegiatan ini








Pengamatan Poin
No absen
Nama siswa
Pernyataan
Jumlah


1
2
3
4









Kreteria Aspek Penilaian
No
Aspek penilaian
Skor
1
Memahami soal
25
2
Kemampuan berkomunikasi
25
3
Mengutamakan kerja sama
25
4
menghargai pendapat orang lain
25

Jumlah
100




Jombang, 21 Agustus 2010
Mengetahui
Guru pamong



Dra, Dewi Isfandari
NIP 196611212005012001

            Mahasiswa Praktikan



            Rika Wahyuni
            Nim 073008


Sabtu, 23 Juni 2012

ETIKA DAN HUKUM


NAMA            : ROBBI SIHOTANG
                      
A.    PENGERTIAN ETIKA DAN HUKUM

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti, karakter, watak, kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.  Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai "the discipline which can act as the performanceindex or reference for our control system" yang artinya disiplin yang dapat bertindak sebagai acuan atau indeks capaian untuk sistem kendali kita/kami. Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.

Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan.dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau tindakan militer. filsuf Aristotle menyatakan bahwa "Sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela.
Hukum dapat dibagi dalam berbagai bidang, antara lain hukum pidana/hukum publik, hukum perdata/hukum pribadi, hukum acara, hukum tata negara, hukum administrasi negara/hukum tata usaha negara, hukum internasional, hukum adat, hukum islam, hukum agraria, hukum bisnis, dan hukum lingkungan.



Masalah Penegakan Hukum di Indonesia

    Penegakkan hukum di Indonesia masih sangat tidak adil, karena masih melihat latar belakang dan kedudukan seseorang. Hukum hanya berpihak kepada mereka yang mempunyai kekuasaan, sedangkan bagi yang tidak memiliki kekuasaan, mereka tetaplah tertindas.

     Contohnya saja yaitu para koruptor yang mempunyai kekuasaan di pemerintahan, masih ada saja yang tidak diadili secara adil sesuai dengan tindakannya. Banyaknya mafia hukum di Indonesia menyebabkan hukum itu sendiri bisa dibeli dengan uang. Seperti kasus Gayus Tambunan, sudah terbukti bersalah dan ditahan di dalam rutan, tapi masih saja sempat kabur dan berkeliaran di luar. Itu semua karena adanya kerjasama dengan pihak yang mempunyai kekuasaan atau jabatan di rumah tahanan tersebut.

   Sedangkan kasus pencurian sendal jepit yang dilakukan oleh seorang anak beberapa waktu yang lalu, malah berujung derita bagi si anak tersebut padahal hal semacam itu merupakan kenakalan anak-anak pada umumnya. Kita tidak mengatakan pencurian oleh anak-anak sebagai sesuatu yang legal hanya saja harus ditekankan kembali bahwa penegak hukum harus mampu membedakan mana kejahatan dan mana kenakalan. Anak-anak yang melakukan hal tersebut seharusnya diberitahukan secara edukatif, ditegur atau sejenisnya bukan justru dianiaya dan diseret dalam proses hukum. Perlu diketahui bersama utamanya para Penegak Hukum seperti Polisi, Jaksa, Penasehat Hukum, dan Hakim seharusnya memahami Hukum dalam konteks Moral Reading bukan sekedar Textual Reading.

B.     PANDANGAN ETIKA KRISTEN TERHADAP HUKUM
HUKUM KEPENTINGAN KEKUASAAN
Trasymachus dalam perdebatan dengan Socrates - sebagaimana ditulis Plato dalam The Republic - antara lain mengatakan "hukum tidak lain kecuali  kepentingan mereka yang kuat
 PANDANGAN KRISTEN HUKUM DAN RASA KEADILAN Bila prosedur hukum positif yang berlaku tidak mampu  memuaskan rasa keadilan, penyelesaiannya harus  mengacu ke prinsip epieikeia (yang benar dan yang adil).  Ketika terjadi penyempitan makna adil yang identi dengan yang legal, maka keadilan menjadi kehenda pembuat hukum. Penguasa yang membuat hukum demi mempertahankan kekuasaannya keuntunganya. Bisa juga terjadi, meski hukum sudah adil namu seorang koruptor bisa divonis bebas karena alasa kepiawaian pengacara, tak cukup bukti, atau adany tekanan terhadap hakim, dan sebagainya.

TUHAN PUSAT SEMUA  YANG BAIK YANG BAIK YANG BAIK YANG BAIK Tanggungjawab manusia ialah  melakukan apa yang dikehendaki Tuhan Allah Tuhan Allah adalah pusat dan sumber dari semua yang baik.. Tuhan Allah adalah hakim yang terakhir yang memutuskan apa yang benar dan apa yang salah. Karena itu tanggungjawab manusia yang pokok ialah melakukan apa yang dikehendaki Tuhan Allah. Di dalam pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan, semua orang Kristen mencari kehendak Tuhan Allah meskipun mereka tidak selalu setuju tentang apa yang dikehendaki Allah. Kehendak Tuhan dinyatakan  dalam hukum-Nya, perintah-Nya dan kaidah-Nya.
Kita harus menaati perintah Tuhan Allah yang terwujud dalam norma-norma yang diberikanNya kepada kita, dan suatu tindakan adalah baik apabila tidak berlawanan dengan kewajiban yang Manusia bukanlah sebagai pencipta melainkan sebagai warga negara dan dasar  perbuatan manusia adalah hidup menurut hukum dan peraturan. Yang termasuk dalam  hukum Tuhan Allah di antaranya: amanat kebudayaan, hukum taurat dan hukum kasih. apabila tidak berlawanan dengan kewajiban yang diperintahkan dalam hukum Tuhan Allah.
Tuhan Allah menginginkan bahwa terang yang terpancar dari Hukum Taurat terpancar di dalam  kesusilaan umum, kehidupan sosial ekonomi serta pemberian undang-undang dan segala perbuatan  pemerintah.Apabila di dalam suatu negara, karena pemberian Hukum Taurat ( Kel 20 : 1 – 17 ) dan Injil, rakyat semakin  yakin akan kewajibannya mentaati hukum taurat dan apabila keinsyafan batin rakyat itu makin lama makin yakin akan hal itu, maka oleh karena ‘usus politicus’ Hukum Turat, kehidupan rakyat dapat  dilindungi dengan mencantumkan beberapa prinsip lahiriah di dalam perundang-undangan.
ü  Hukum kasih
Matius 22:37 Jawab YESUS kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Matius 22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama
-          Kasih terhadap Tuhan Allah
Mengasihi Allah dengan totalitas diri manusia adalah  tuntutan Tuhan Allah. Ini harus diartikan bukan hanya taat melaksanakan hukum Tuhan Allah tetapi membangun hubungan yang sifatnya pemujaan pribadi  terhadap Allah yang diciptakan dan didukung oleh karya Tuhan Allah dalam hati manusia. Kasih ini terungkap dalam keataatan sehari-hari melakukan perintah-perintahNya dan menuruti segala yang ditunjukkan-Nya.
-          Kasih terhadap Tuhan AllahKasih telah ditetapkan
Tuhan Allah sebagai jalinan hubungan yang normal dan ideal antar manusia.
-          Kasih terhadap sesama manusia.
Larangan yang jiwanya senada  yaitu: jangan membenci,  berkaitan dengan hati manusia
dan menunjukkan jelas ke dalam bobotnya yang melebihi  hubungan berdasarkan hukum.


TERIMAKASIH

Materi Agama Kristen Protestan Kelas X SMA Semester I


Materi Agama Kristen Protestan Kelas X SMA Semester I

PELAJARAN 1

BERTUMBUH  MENJADI  DEWASA


Bertumbuh menjadi dewasa dapat dilihat melalui enam aspek perkembangan yang ada pada manusia, yaitu:
Ø  Aspek Fisik dan Jasmani
Dewasa secara fisik dan jasmani berarti sudah mengalami pertumbuhan tinggi dan berat badan secara maksimal dengan gizi yang memadai, serta sudah mengalami masa pubertas.
Ø  Aspek Intelektual atau Berpikir
Dewasa secara intelektual atau berpikir berarti menggunakan akal budi untuk melakukan penilaian tentag benar tidaknya sesuatu sehingga terjadi pertimbangan yang matang dalam menghadapi masalah atau mengambil keputusan, tetapi juga memiliki hikmat.
Ø  Aspek Emosi
Dewasa secara emosi berarti mampu mengendalikan perasaan dengan cara yang tepat dan ditujukan pada orang yang tepat.
Ø  Aspek Sosial
Dewasa secara sosial berarti mampu menempatkan dirinya sedemikian rupa sehingga berhasil menjalin komunikasi dua arah dengan orang lain.
Ø  Aspek Moral
Dewasa secara moral berarti sudah memiliki pedoman mengenai apa yang benar dan baik untuk dilakukan.
Ø  Aspek Spiritual
Dewasa secara spiritual berarti memiliki hubungan yang terjalin dengan Allah yang Mahakuasa, atau bagaimana penghayatan seseorang terhadap apa yang terbaik bagi Tuhan dan apa yang dikehendaki-Nya.

 
CIRI – CIRI UMUM
DEWASA
TIDAK DEWASA
ASPEK FISIK
·         Menerima hal yang tidak bisa diubah dari ciri fisik yang ada sejak lahir
·         Tidak puas dengan cirri fisik yang ada sejak lahir
·         Menempatkan seks pada proporsi yang wajar
·         Memiliki sikap tidak sehat terhadap seks
·         Memiliki keseimbangan antara bekerja dan istrahat
·         Terlalu banyak bekerja atau terlalu banyak bersantai
ASPEK SOSIAL
·         Dapat bergaul dengan teman sebaya maupun yang beda usia.
·         Hanya bergaul dengan kelompok tertentu
·         Bertanggungjawab atas kesalahan sendiri
·         Menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiri
·         Senang atas keberhasilan orang lain
·         Senang atas kegagalan orang lain
ASPEK EMOSI
·         Percaya pada diri sendiri
·         Kurang percaya diri
·         Bebas dari iri hati
·         Iri hati
·         Memiliki emosi yang wajar
·         Memiliki emosi yang tidak wajar
ASPEK INTELEKTUAL
·         Tekun
·         Menunda – nunda pekerjaan dengan alasan yang tidak jelas
·         Melihat ke masa depan
·         Terpaku pada masa lampau
·         Menarik manfaat dari kesalahan/kegagalan
·         Tidak mau belajar dari kegagalan/kesalahan
ASPEK SPIRITUAL
·         Berbuat baik pada orang lain
·         Tidak berbuat baik pada orang lain
·         Takut akan Tuhan
·         Lebih takut kepada manusia atau hal – hal gaib
·         Bersyukur atas apa yang dimiliki
·         Tidak pernah puas akan apa yang telah dimiliki







PELAJARAN 2
TAKUT   AKAN   TUHAN



Takut akan Tuhan meliputi berbagai aspek, yaitu:
v  Allah Itu Kudus
Takut akan Tuhan adalah kesadaran akan kekudusan, keadilan, dan kebenaran-Nya sebagai pasangan terhadap kasih dan pengampunan-Nya. Untuk itu kita dituntut untuk mengenali Dia dan memahami siapa Dia. Hal ini juga meliputi kesadaran bahwa Dialah Allah yang tidak berkenan atas segala jenis perbuatan dosadan karena itu Ia berkuasa untuk menghukum siapapun yang melanggar hokum Allah.
v  Allah Layak Mendapat Hormat
Takut akan Tuhan berarti memandang Dia dengan penuh kagum, menghormati kekudusan-Nya, serta mengagungkan-Nya sebagai Allah yang memiliki kemuliaan dan kuasa di atas segala –galanya.
v  Allah Memiliki Kuasa
Takut akan Tuhan menjadikan orang percaya menaruh iman dan kepercayaannya untuk beroleh selamat hanya dari Dia.
v  Allah Adalah Awal dari Segala Pengetahuan
Amsal 1 : 7 mengaitkan pengetahuan dengan sikap takut akan Allah. Pengetahuan disini adalah pemahaman manusia dalam menyikapi hidupnya di tengah – tengah dunia ini. Pemahaman itu hanya mungkin terjadi apabila manusia mau menundukkan diri di hadapan Allah yang Maha Mengetahui.
Takut akan Tuhan adalah sikap mau tunduk pada ketetapan dan kehendak Allah.

Dapat dikatakan bahwa alasan – alasan untuk takut pada Tuhan bersumber pada pengertian di atas  yang dapat disingkatkan sebagai berikut :
a.       Kita harus takut akan Tuhan karena kuasa-Nya yang besar selaku Pencipta segala sesuatu dan segala bangsa ( Mazmur 33 : 6-9 )
b.      Kuasa-Nya yang dahsyat itu terus menopang unsure –unsur ciptaan, termasuk kita ( Keluaran 20 : 18-20; Markus 4 : 39-41 )
c.       Kita menyadari kekudusan-Nya ( Wahyu 15 : 4 )
d.      Kesadaran akan kemuliaan-Nya ( Matius 17 : 1-8 )
e.       Berkat – berkat yang terus kita terima dari Dia, khususnya pengampunan dosa                     ( Mazmur 130 : 4 )




PELAJARAN 3

KARAKTER   REMAJA   KRISTEN


Masa remaja adalah masa pembentukan identiras, pada masa inilah terjadi proses pencarian dan pemantapan sifat serta kebiasaan yang akan menjadi ciri khas seseorang dan dipertahankan sampai sisa hidupnya.
Karakter Setiap Orang Berbeda
            Tiap – tiap orang memiliki karakter yang tampak jelas dari pola piker yang terlihat melalui pengambilan keputusan dan penyelesaiaan masalah, sifat serta kebiasaannya, hubungannya dengan orang lain, dan perencanaan hidupnya untuk masa depan.
Tidak ada orang yang sudah memiliki karakter yang baik sejak lahir, walaupun mungkin hanya sedikit, perubahan tetap diperlukan karena kuatnya peranan hal – hal yang justru membuat karakter menjadi tidak baik dan jauh dari perkenan Allah. Seperti dicatat di Roma 8 : 8 , “Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah”
Faktor – faktor yang Berperan dalam Pembentukan Karakter
-          Pola asuh orangtua
-          Pengalaman masa lalu
-          Norma masyarakat

Kesimpulannya :
·         Tiap manusia memiliki karakter yang baik dan buruk
·         Karakter yang baik adalah pikiran, perkataan, perbuatan, dan sikap kita yang dapat membangun dan mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.
·         Karakter yang buruk adalah pikiran, perkataan, perbuatan, dan sikap kita yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
·         Karakter yang buruk dapat dikurangiatau bahkan dihilangkan, tergantung kepada diri kita, apakah mau berubah atau tidak.
·         Remaja Kristen dapat dikenal melalui karakter yang mencerminkan dirinya sebagai anak Tuhan pada satu sisi mampu menghargai diri sendiri dan dengan demikian orang lain pun menghargai dirinya. Pada sisi lain, mampu menghargai orang lain dalam kekurangan dan kelebihannya.
·         Indikator manusia bertumbuh sebagai pribadi dewasa adalah manusia yang mengalami proses pertumbuhan secara bertahap, yang mampu menilai diri sendiri, menerima koreksi positif dari orang lain dan terbuka untuk membarui dirinya dalam rangka membangun kehidupan pribadi dan sosial yang positif dan konstruktif.




PELAJARAN 4
MEMBANGUN   JATI   DIRI


Seperti yang kita bahas di Bab I, kita perlu mengenali siapa kita. Pengenalan ini berguna untuk membuat perencanaan menjadi manusiayang makin menyerupai Kristus dan memiliki nilai – nilai kristiani. Kita tidak bisa mengubah diri kita menjadi sesuatukalau kita belum mengenal keberadaan diri kita saat ini.
            Dalam psikologi komunikasi, dikenal apa yang disebut dengan ‘Jendela Johari’ yang terdiri dari empat buah jendela, yaitu :
·         Daerah Terbuka
Untuk ruang terbuka, yaitu motivasi, sikap dan sifat kita yang terbuka bagi orang lain sehingga orang lain dapat melihat dengan jelas.
Dalam hal ini kita bersikap sesuai dengan pikiran dan pandangan serta pengalaman kita. Kita tidak harus menjadi sama dengan orang lain supaya menyenangkan atau disenangi orang lain karena itu merupakan bentuk penyangkalan terhadap diri sendiri.
·         Daerah Rahasia
Rahasia dalam diri kita yang mengandung banyak hal yang disimpan ataupun dirahasiakan untuk diri kita sendiri. Ini juga merupakan hal yang kita simpan rapat –rapat agar tidak diketahui oleh orang lain. Umumnya berisi impian, sifat buruk, tindakan salah, keinginan, dorongan, pengalaman masa lalu yang menyakitkan, dan sebagainya.
·         Daerah Buta
Orang lain dapat membaca sikap dan sifat kita, tetapi kita sendiri tidak menyadarinya. Daerah ini juga menjadi tempat bagi bahan gosip orang lan terhadap kita, mereka dengan bebas mengungkapkan, bahkan menambah – nambahkan, sehingga kejelekan kita semakin parah..
Maka kita hendaknya meminta masukan dari orang lain tentang penilaian mereka terhadap kita.
·         Daerah Tidak Dikenal
Daerah ini tidak diketahui karena baik kita maupun orang lain tidak tahu bagaimana sesungguhnya kita; hanya Tuhan yang tahu. Tempat ini juga yang membuat orang penasaran. Hal ini mencakup, masa depan kita, kapan kita mendapat jodoh, kapan kita meninggal, dan sebagainya.

Keempat daerah ini sungguh membantu kita dalam pengenalan diri kita. Selalu ada hal – hal yang bisa kita kembangkan, sifat yang diubah menjadi lebih baik, kemampuan yang diasah sehingga menjadi berkat bagi orang lain, hal – hal negatif yang tidak kita sadari berubah karena kita mau meminta masukan dari orang lain tentang hal ini, dan hal – hal yang kita serahkan kepada Tuhan karena memang ada dalam kewenangan-Nya.





PELAJARAN 5
BERPIKIR    POSITIF


Berpikir positif berarti menghadapi hidup dengan bersemangat, ada hal baru yang menanti, dan tantangan yang harus dijawab. Itu juga berarti optimis, menikmati hidup, dan melihatnya sebagai kesempatan yang tidak boleh disia – siakan.
            Sedangkan golongan yang berpikir negatif bersikap pesimis, selalu ada kekurangan dan cacat cela dari segala sesuatu, mereka lebih cepat menyerah bahkan sering sebelum usaha dilakukan. Manusia yang berpikir positif akan dengan lapang dada atau ikhlas menerima berbagai kritik yang positif maupun negatif dan kritik itu dipakai untuk memperbaharui diri.

Berikut ini ada sejumlah karakteristik orang dengan konsep diri positif  menurut D.E. Hamachek, antara lain :
Ø  Memiliki keyakinan terhadap pendapat dan sikapnya serta bersedia mempertahankannya, tetapi juga terbuka untuk mengubahnya jika ternyata hal itu keliru.
Ø  Mampu bertindak benar.
Ø  Memiliki keyakinan dan kemampuan untuk mengatasi masalah walaupun kenyataan nya bisa saja tidak berhasil setelah dicoba.
Ø  Merasa setara dengan orang lain meski berbeda kemampuan; tiidak membanggakan diri atau menganggap diri rendah.
Ø  Sanggup menerima dirinyadan merasa berguna bagi orang lain, paling tidak bagi sahabat dan orang – orang yang dekat dengannya.
Ø  Menerima pujian secara wajar, tidak berlebihan ataupun terlampau membanggakan apa yang sudah diraih.
Ø  Cenderung menolak usaha orang lain untuk mengotrol atau mendominasi dirinya.
Ø  Sanggup mengakui kepada orang lain tentang berbagai perasaan yang ada dalam dirinya yang menyangkut hal – hal positif maupun negatif. Tidak malu mengakui adanya hal-hal yang kurang pada dirinya.
Ø  Menikmati hidupnya.
Ø  Peka terhadap kebutuhan orang lain.
Sebaliknya, mereka yang memiliki konsep diri negatif memiliki karakteristik sebagai berikut, menurut William D.Brooks dan Philip Emert :
Ø  Peka terhadap kritik
Ø  Renponsif terhadap pujian (berlebihan menanggapi pujian)
Ø  Hiperhritis, mengkritik orang lain, tetapi tidak mau dikritik.
Ø  Pesimis dan cenderung menghindari kompetisi sehat


PELAJARAN 6
BERPIKIR   KREATIF   DAN   KRITIS


Berpikir kreatif adalah berpikir dengan tidak memmbatasi diri pada hal-hal yang biasa dan rutin, tetapi mencari terobosan baru atau ide-ide baru agar terjadi perubahan atau peningkatan. Kemampuan ini dapat diasah, dibiasakan dan dikembangkan pada semua orang.
Hambatan-hambatan seseorang untuk menjadi kreatif, dikarenakan factor berikut :
·         Kebiasaan , kebiasaan dalam melaksanakan pekerjaan yang sama dengan cara yang sama
·         Waktu, kesibukan sering sekali dijadikan alasan untuk tidak menjadi kreatif
·         Dibanjiri masalah, jika kita berada di rumah dan mau ke sekolah kita menghadapi satu masalah
·         Tidak ada masalah, kita adalah makhluk pemecah masalah yang terus-menerus menghadapi dan memecahkan sejumlah masalahnya.
·         Takut gagal
·         Kebutuhan akan sebuah jawaban sekarang
·         Kurang memperluas wawasan
·         Takut bersenang-senang
·         Dibutuhkan ide-ide dan gagasan yang fleksibel


 

PELAJARAN 7

MENGHADAPI   TANTANGAN


Dalam buku yangberjudul Adversity Quotient ,manusia dibedakan menjadi tiga tipe takni :
-          Tipe manusia  quitter atau orang-orang yang berhenti/menyerah, manusia ini adalah tipe manusia yang cepat menyerah dalam menghadapi segala tantangan.
-          Tipe manusia camper atau manusia yang berkemah, tipe ini adalah manusia yang berjuang setengah-setengah, masih separuh jalan.
-          Tipe manusia pendaki atau climber, manusia yang tidak pernah menyerah dalam berjuang mencapai sukses demi sukses.

Sebelum mengatasi tantangan, kita harus tahu seperti apa tantangan yang kita hadapi itu.
Sebagai remaja ada beberapa bentuk tantangan yang ditemui, antara lain:
-          Menyelesaikan proses belajar dan kewajiban sebagai pelajar dengan kritis dan bertanggungjawab;
-          Mampu bersosialisasi dengan baik;
-          Mampu mengaktualisasikan diri dalam pergaulandan dalam keluarga;
-          Memenuhi target hidup dalam bentuk mewujudkan rencana hidup;
-          Menghilangkan berbagai keraguan, ketakutan, prasangka, iri hati, dendam.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, maka di Efesus 6 : 10-20 kita diberi tahu perlengkapan senjata rohani, yakni:
-          Ikat pinggang kebenaran;
-          Baju zirah keadilan;
-          Kasut kerelaan untuk memberitakan injil damai sejahtera;
-          Perisai iman;
-          Ketopong keselamatan;
-          Pedang roh berupa firman Allah;
-          Doa tiap waktu di dalam roh;
-          Permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus.



 

PELAJARAN 8

DASAR   KELUARGA   KRISTEN


Keluarga dianggap sebagai unit terkecil dari masyarkat. Fungsi keluarga antara lain :
-          Reproduksi : wadah resmi untuk lahirnya anak
-          Pengaturan seksual : suami istri memiliki hak dan kewajiban dalam berhubungan seks
-          Sosialisai : mengajar anak tenang norma yang berlaku di masyarakat
-          Afeksi : saling mengasihi  
-          Status : status sebagai ayah dan ibu menunjukkan tugas dan tanggungjawab mereka.
-          Perlindungan : anak yang lahir mendapat perlindungan dari orang tua sampai ia cukup dewasa
-          Ekonomi : suami bertanggung jawab untuk menafkahi keluarganya.

Dalam kitab Kejadian 2 : 18, dikatakan bahwa fungsi keluarga sebagai penolong yang sepadan. Itu berarti :
-          Bentuk keseimbangan antara laki-laki dan perempuan sebagai pasangan suami istri.
-          Masing-masing merendahkan hati untuk menerima kekurangan maupun kelebihan pasangannya.
-          Relasi yang sehat dan saling membangun antara suami istri, melalui komunikasi dua arah, saling terbuka dan jujur.

Makna dari “menjadi satu daging”. Hal ini mencakup :
-          Setiap pihak menjadi serupa satu dengan yang lain dalam arti  menduplikasi yang lainnya.
-          Tidak ada perbedaan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain.
-          Terjadi sebuah keluarga baru yang monogamis.
-          Menjadikan dua pribadi menjadi sehati.
Dalam 1 Korintus 11:3 ; Kolose 83:18-21 ; Efesus 5:22-6:4, Rasul Paulus menegaskan apa artinya menjadikan Kristus sebagai kepala, yaitu menjadikan seluruh ajaran Yesus sebagai acuan hidup berkeluarga. Beberapa hal pokok yang dapat menjadi fondasi kuat dalam hidup berkeluarga :
-          Memprioritaskan Kristus dalam hidup mereka.
-          Sikap saling mengasihi dan saling menghormati di antara anggota keluarga.
-          Cinta kasih yang tanpa batas.
-          Sikap empati dan sikap simpati antar-sesam anggota keluarga