Pengertian
Etika (Etimologi), berasal dari bahasa
Yunani adalah “Ethos”, yang berarti, karakter, watak, kesusilaan atau adat
kebiasaan (custom). Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep
yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah
tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau
baik. Menurut
Martin [1993], etika didefinisikan sebagai "the discipline which can act
as the performanceindex or reference for our control system" yang artinya
disiplin yang dapat bertindak sebagai acuan atau indeks capaian untuk sistem
kendali kita/kami. Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat
yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan
keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.
Hukum
adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan
kelembagaan.dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi
dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam
hubungan sosial antar masyarakat
terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang
berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum
menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi
manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka
yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali
keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan
antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan
peraturan atau tindakan militer. filsuf Aristotle menyatakan bahwa "Sebuah
supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan
tirani yang merajalela.
Penegakkan hukum di Indonesia masih sangat tidak adil, karena masih
melihat latar belakang dan kedudukan seseorang. Hukum hanya berpihak kepada
mereka yang mempunyai kekuasaan, sedangkan bagi yang tidak memiliki kekuasaan,
mereka tetaplah tertindas.
Contohnya saja yaitu para koruptor yang mempunyai kekuasaan
di pemerintahan, masih ada saja yang tidak diadili secara adil sesuai dengan
tindakannya. Banyaknya mafia hukum di Indonesia menyebabkan hukum itu sendiri
bisa dibeli dengan uang. Seperti kasus Gayus Tambunan, sudah terbukti bersalah
dan ditahan di dalam rutan, tapi masih saja sempat kabur dan berkeliaran di
luar. Itu semua karena adanya kerjasama dengan pihak yang mempunyai kekuasaan
atau jabatan di rumah tahanan tersebut.
Sedangkan kasus pencurian sendal jepit yang dilakukan oleh seorang
anak beberapa waktu yang lalu, malah berujung derita bagi si anak tersebut
padahal hal semacam itu merupakan kenakalan anak-anak pada umumnya. Kita tidak
mengatakan pencurian oleh anak-anak sebagai sesuatu yang legal hanya saja harus
ditekankan kembali bahwa penegak hukum harus mampu membedakan mana kejahatan
dan mana kenakalan. Anak-anak yang melakukan hal tersebut seharusnya
diberitahukan secara edukatif, ditegur atau sejenisnya bukan justru dianiaya
dan diseret dalam proses hukum. Perlu diketahui bersama utamanya para Penegak
Hukum seperti Polisi, Jaksa, Penasehat Hukum, dan Hakim seharusnya memahami
Hukum dalam konteks Moral Reading bukan sekedar Textual Reading.
B.PANDANGAN ETIKA KRISTEN TERHADAP
HUKUM
HUKUM
KEPENTINGAN KEKUASAAN
Trasymachus
dalam perdebatan dengan Socrates - sebagaimana ditulis Plato dalam The Republic
- antara lain mengatakan "hukum tidak lain kecuali kepentingan mereka yang kuat
PANDANGAN KRISTEN HUKUM DAN RASA KEADILAN Bila
prosedur hukum positif yang berlaku tidak mampu memuaskan rasa keadilan, penyelesaiannya harus
mengacu ke prinsip epieikeia (yang benar
dan yang adil). Ketika terjadi
penyempitan makna adil yang identi dengan yang legal, maka keadilan menjadi
kehenda pembuat hukum. Penguasa yang membuat hukum demi mempertahankan
kekuasaannya keuntunganya. Bisa juga terjadi, meski hukum sudah adil namu seorang
koruptor bisa divonis bebas karena alasa kepiawaian pengacara, tak cukup bukti,
atau adany tekanan terhadap hakim, dan sebagainya.
TUHAN PUSAT
SEMUA YANG BAIK YANG BAIK YANG BAIK YANG BAIK Tanggungjawab manusia ialah
melakukan apa yang dikehendaki Tuhan
Allah Tuhan Allah adalah pusat dan sumber dari semua yang baik.. Tuhan Allah
adalah hakim yang terakhir yang memutuskan apa yang benar dan apa yang salah.
Karena itu tanggungjawab manusia yang pokok ialah melakukan apa yang
dikehendaki Tuhan Allah. Di dalam pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan,
semua orang Kristen mencari kehendak Tuhan Allah meskipun mereka tidak selalu
setuju tentang apa yang dikehendaki Allah. Kehendak Tuhan dinyatakan dalam hukum-Nya, perintah-Nya dan kaidah-Nya.
Kita harus
menaati perintah Tuhan Allah yang terwujud dalam norma-norma yang diberikanNya kepada
kita, dan suatu tindakan adalah baik apabila tidak berlawanan dengan kewajiban
yang Manusia bukanlah sebagai pencipta melainkan sebagai warga negara dan dasar
perbuatan manusia adalah hidup menurut hukum
dan peraturan. Yang termasuk dalam hukum
Tuhan Allah di antaranya: amanat kebudayaan, hukum taurat dan hukum kasih. apabila
tidak berlawanan dengan kewajiban yang diperintahkan dalam hukum Tuhan Allah.
Tuhan Allah menginginkan bahwa
terang yang terpancar dari Hukum Taurat terpancar di dalam kesusilaan umum, kehidupan sosial ekonomi
serta pemberian undang-undang dan segala perbuatan pemerintah.Apabila di dalam suatu negara,
karena pemberian Hukum Taurat ( Kel 20 : 1 – 17 ) dan Injil, rakyat semakin yakin akan kewajibannya mentaati hukum taurat
dan apabila keinsyafan batin rakyat itu makin lama makin yakin akan hal itu,
maka oleh karena ‘usus politicus’ Hukum Turat, kehidupan rakyat dapat dilindungi dengan mencantumkan beberapa
prinsip lahiriah di dalam perundang-undangan.
üHukum kasih
Matius
22:37 Jawab YESUS
kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan
segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Matius 22:38 Itulah hukum yang terutama dan
yang pertama
-Kasih
terhadap Tuhan Allah
Mengasihi
Allah dengan totalitas diri manusia adalah tuntutan Tuhan Allah. Ini harus diartikan
bukan hanya taat melaksanakan hukum Tuhan Allah tetapi membangun hubungan yang
sifatnya pemujaan pribadi terhadap Allah
yang diciptakan dan didukung oleh karya Tuhan Allah dalam hati manusia. Kasih
ini terungkap dalam keataatan sehari-hari melakukan perintah-perintahNya dan
menuruti segala yang ditunjukkan-Nya.
-Kasih
terhadap Tuhan AllahKasih telah ditetapkan
Tuhan Allah
sebagai jalinan hubungan yang normal dan ideal antar manusia.
-Kasih
terhadap sesama manusia.
Larangan
yang jiwanya senada yaitu: jangan
membenci, berkaitan dengan hati manusia
dan
menunjukkan jelas ke dalam bobotnya yang melebihi hubungan berdasarkan hukum.
Bertumbuh
menjadi dewasa dapat dilihat melalui enam aspek perkembangan yang ada pada
manusia, yaitu:
ØAspek Fisik dan Jasmani
Dewasa secara
fisik dan jasmani berarti sudah mengalami pertumbuhan tinggi dan berat badan
secara maksimal dengan gizi yang memadai, serta sudah mengalami masa pubertas.
ØAspek Intelektual atau Berpikir
Dewasa secara
intelektual atau berpikir berarti menggunakan akal budi untuk melakukan
penilaian tentag benar tidaknya sesuatu sehingga terjadi pertimbangan yang
matang dalam menghadapi masalah atau mengambil keputusan, tetapi juga memiliki
hikmat.
ØAspek Emosi
Dewasa secara
emosi berarti mampu mengendalikan perasaan dengan cara yang tepat dan ditujukan
pada orang yang tepat.
ØAspek Sosial
Dewasa secara
sosial berarti mampu menempatkan dirinya sedemikian rupa sehingga berhasil
menjalin komunikasi dua arah dengan orang lain.
ØAspek Moral
Dewasa secara
moral berarti sudah memiliki pedoman mengenai apa yang benar dan baik untuk
dilakukan.
ØAspek Spiritual
Dewasa secara
spiritual berarti memiliki hubungan yang terjalin dengan Allah yang Mahakuasa,
atau bagaimana penghayatan seseorang terhadap apa yang terbaik bagi Tuhan dan
apa yang dikehendaki-Nya.
CIRI – CIRI UMUM
DEWASA
TIDAK DEWASA
ASPEK FISIK
·Menerima hal yang tidak bisa diubah dari ciri fisik
yang ada sejak lahir
·Tidak puas dengan cirri fisik yang ada sejak lahir
·Menempatkan seks pada proporsi yang wajar
·Memiliki sikap tidak sehat terhadap seks
·Memiliki keseimbangan antara bekerja dan istrahat
·Terlalu banyak bekerja atau terlalu banyak bersantai
ASPEK SOSIAL
·Dapat bergaul dengan teman sebaya maupun yang beda
usia.
·Hanya bergaul dengan kelompok tertentu
·Bertanggungjawab atas kesalahan sendiri
·Menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiri
·Senang atas keberhasilan orang lain
·Senang atas kegagalan orang lain
ASPEK EMOSI
·Percaya pada diri sendiri
·Kurang percaya diri
·Bebas dari iri hati
·Iri hati
·Memiliki emosi yang wajar
·Memiliki emosi yang tidak wajar
ASPEK INTELEKTUAL
·Tekun
·Menunda – nunda pekerjaan dengan alasan yang tidak
jelas
·Melihat ke masa depan
·Terpaku pada masa lampau
·Menarik manfaat dari kesalahan/kegagalan
·Tidak mau belajar dari kegagalan/kesalahan
ASPEK SPIRITUAL
·Berbuat baik pada orang lain
·Tidak berbuat baik pada orang lain
·Takut akan Tuhan
·Lebih takut kepada manusia atau hal – hal gaib
·Bersyukur atas apa yang dimiliki
·Tidak pernah puas akan apa yang telah dimiliki
PELAJARAN 2
TAKUT AKAN
TUHAN
Takut akan Tuhan meliputi berbagai aspek, yaitu:
vAllah Itu Kudus
Takut akan
Tuhan adalah kesadaran akan kekudusan, keadilan, dan kebenaran-Nya sebagai
pasangan terhadap kasih dan pengampunan-Nya. Untuk itu kita dituntut untuk
mengenali Dia dan memahami siapa Dia. Hal ini juga meliputi kesadaran bahwa
Dialah Allah yang tidak berkenan atas segala jenis perbuatan dosadan karena itu
Ia berkuasa untuk menghukum siapapun yang melanggar hokum Allah.
vAllah Layak Mendapat Hormat
Takut akan
Tuhan berarti memandang Dia dengan penuh kagum, menghormati kekudusan-Nya,
serta mengagungkan-Nya sebagai Allah yang memiliki kemuliaan dan kuasa di atas
segala –galanya.
vAllah Memiliki Kuasa
Takut akan
Tuhan menjadikan orang percaya menaruh iman dan kepercayaannya untuk beroleh
selamat hanya dari Dia.
vAllah Adalah Awal dari Segala Pengetahuan
Amsal 1 : 7
mengaitkan pengetahuan dengan sikap takut akan Allah. Pengetahuan disini adalah
pemahaman manusia dalam menyikapi hidupnya di tengah – tengah dunia ini.
Pemahaman itu hanya mungkin terjadi apabila manusia mau menundukkan diri di
hadapan Allah yang Maha Mengetahui.
Takut akan
Tuhan adalah sikap mau tunduk pada ketetapan dan kehendak Allah.
Dapat dikatakan
bahwa alasan – alasan untuk takut pada Tuhan bersumber pada pengertian di
atas yang dapat disingkatkan sebagai berikut :
a.Kita harus takut akan Tuhan karena kuasa-Nya yang
besar selaku Pencipta segala sesuatu dan segala bangsa ( Mazmur 33 : 6-9 )
b.Kuasa-Nya yang dahsyat itu terus menopang unsure
–unsur ciptaan, termasuk kita ( Keluaran 20 : 18-20; Markus 4 : 39-41 )
c.Kita menyadari kekudusan-Nya ( Wahyu 15 : 4 )
d.Kesadaran akan kemuliaan-Nya ( Matius 17 : 1-8 )
e.Berkat – berkat yang terus kita terima dari Dia,
khususnya pengampunan
dosa
( Mazmur 130 : 4 )
PELAJARAN 3
KARAKTER
REMAJA KRISTEN
Masa remaja
adalah masa pembentukan identiras, pada masa inilah terjadi proses pencarian
dan pemantapan sifat serta kebiasaan yang akan menjadi ciri khas seseorang dan
dipertahankan sampai sisa hidupnya.
Karakter Setiap
Orang Berbeda
Tiap – tiap orang memiliki karakter yang tampak jelas dari pola piker yang
terlihat melalui pengambilan keputusan dan penyelesaiaan masalah, sifat serta
kebiasaannya, hubungannya dengan orang lain, dan perencanaan hidupnya untuk
masa depan.
Tidak ada orang
yang sudah memiliki karakter yang baik sejak lahir, walaupun mungkin hanya
sedikit, perubahan tetap diperlukan karena kuatnya peranan hal – hal yang
justru membuat karakter menjadi tidak baik dan jauh dari perkenan Allah.
Seperti dicatat di Roma 8 : 8 , “Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin
berkenan kepada Allah”
Faktor – faktor
yang Berperan dalam Pembentukan Karakter
-Pola asuh orangtua
-Pengalaman masa lalu
-Norma masyarakat
Kesimpulannya :
·Tiap manusia memiliki karakter yang baik dan buruk
·Karakter yang baik adalah pikiran, perkataan,
perbuatan, dan sikap kita yang dapat membangun dan mendatangkan kebaikan bagi
diri sendiri dan orang lain.
·Karakter yang buruk adalah pikiran, perkataan,
perbuatan, dan sikap kita yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
·Karakter yang buruk dapat dikurangiatau bahkan
dihilangkan, tergantung kepada diri kita, apakah mau berubah atau tidak.
·Remaja Kristen dapat dikenal melalui karakter yang
mencerminkan dirinya sebagai anak Tuhan pada satu sisi mampu menghargai diri
sendiri dan dengan demikian orang lain pun menghargai dirinya. Pada sisi lain,
mampu menghargai orang lain dalam kekurangan dan kelebihannya.
·Indikator manusia bertumbuh sebagai pribadi dewasa
adalah manusia yang mengalami proses pertumbuhan secara bertahap, yang mampu
menilai diri sendiri, menerima koreksi positif dari orang lain dan terbuka
untuk membarui dirinya dalam rangka membangun kehidupan pribadi dan sosial yang
positif dan konstruktif.
PELAJARAN 4
MEMBANGUN
JATI DIRI
Seperti yang
kita bahas di Bab I, kita perlu mengenali siapa kita. Pengenalan ini berguna
untuk membuat perencanaan menjadi manusiayang makin menyerupai Kristus dan
memiliki nilai – nilai kristiani. Kita tidak bisa mengubah diri kita menjadi
sesuatukalau kita belum mengenal keberadaan diri kita saat ini.
Dalam psikologi komunikasi, dikenal apa yang disebut dengan ‘Jendela Johari’
yang terdiri dari empat buah jendela, yaitu :
·Daerah Terbuka
Untuk ruang
terbuka, yaitu motivasi, sikap dan sifat kita yang terbuka bagi orang lain
sehingga orang lain dapat melihat dengan jelas.
Dalam hal ini
kita bersikap sesuai dengan pikiran dan pandangan serta pengalaman kita. Kita
tidak harus menjadi sama dengan orang lain supaya menyenangkan atau disenangi
orang lain karena itu merupakan bentuk penyangkalan terhadap diri sendiri.
·Daerah Rahasia
Rahasia dalam
diri kita yang mengandung banyak hal yang disimpan ataupun dirahasiakan untuk
diri kita sendiri. Ini juga merupakan hal yang kita simpan rapat –rapat agar
tidak diketahui oleh orang lain. Umumnya berisi impian, sifat buruk, tindakan
salah, keinginan, dorongan, pengalaman masa lalu yang menyakitkan, dan
sebagainya.
·Daerah Buta
Orang lain
dapat membaca sikap dan sifat kita, tetapi kita sendiri tidak menyadarinya.
Daerah ini juga menjadi tempat bagi bahan gosip orang lan terhadap kita, mereka
dengan bebas mengungkapkan, bahkan menambah – nambahkan, sehingga kejelekan
kita semakin parah..
Maka kita
hendaknya meminta masukan dari orang lain tentang penilaian mereka terhadap
kita.
·Daerah Tidak Dikenal
Daerah ini
tidak diketahui karena baik kita maupun orang lain tidak tahu bagaimana
sesungguhnya kita; hanya Tuhan yang tahu. Tempat ini juga yang membuat orang
penasaran. Hal ini mencakup, masa depan kita, kapan kita mendapat jodoh, kapan
kita meninggal, dan sebagainya.
Keempat daerah
ini sungguh membantu kita dalam pengenalan diri kita. Selalu ada hal – hal yang
bisa kita kembangkan, sifat yang diubah menjadi lebih baik, kemampuan yang
diasah sehingga menjadi berkat bagi orang lain, hal – hal negatif yang tidak
kita sadari berubah karena kita mau meminta masukan dari orang lain tentang hal
ini, dan hal – hal yang kita serahkan kepada Tuhan karena memang ada dalam
kewenangan-Nya.
PELAJARAN 5
BERPIKIR POSITIF
Berpikir
positif berarti menghadapi hidup dengan bersemangat, ada hal baru yang menanti,
dan tantangan yang harus dijawab. Itu juga berarti optimis, menikmati hidup,
dan melihatnya sebagai kesempatan yang tidak boleh disia – siakan.
Sedangkan golongan yang berpikir negatif bersikap pesimis, selalu ada
kekurangan dan cacat cela dari segala sesuatu, mereka lebih cepat menyerah
bahkan sering sebelum usaha dilakukan. Manusia yang berpikir positif akan
dengan lapang dada atau ikhlas menerima berbagai kritik yang positif maupun
negatif dan kritik itu dipakai untuk memperbaharui diri.
Berikut ini ada
sejumlah karakteristik orang dengan konsep diri positif menurut D.E.
Hamachek, antara lain :
ØMemiliki keyakinan terhadap pendapat dan sikapnya
serta bersedia mempertahankannya, tetapi juga terbuka untuk mengubahnya jika
ternyata hal itu keliru.
ØMampu bertindak benar.
ØMemiliki keyakinan dan kemampuan untuk mengatasi
masalah walaupun kenyataan nya bisa saja tidak berhasil setelah dicoba.
ØMerasa setara dengan orang lain meski berbeda
kemampuan; tiidak membanggakan diri atau menganggap diri rendah.
ØSanggup menerima dirinyadan merasa berguna bagi orang
lain, paling tidak bagi sahabat dan orang – orang yang dekat dengannya.
ØMenerima pujian secara wajar, tidak berlebihan ataupun
terlampau membanggakan apa yang sudah diraih.
ØCenderung menolak usaha orang lain untuk mengotrol
atau mendominasi dirinya.
ØSanggup mengakui kepada orang lain tentang berbagai
perasaan yang ada dalam dirinya yang menyangkut hal – hal positif maupun
negatif. Tidak malu mengakui adanya hal-hal yang kurang pada dirinya.
ØMenikmati hidupnya.
ØPeka terhadap kebutuhan orang lain.
Sebaliknya,
mereka yang memiliki konsep diri negatif memiliki karakteristik sebagai berikut,
menurut William D.Brooks dan Philip Emert :
ØPeka terhadap kritik
ØRenponsif terhadap pujian (berlebihan menanggapi
pujian)
ØHiperhritis, mengkritik orang lain, tetapi tidak mau
dikritik.
ØPesimis dan cenderung menghindari kompetisi sehat
PELAJARAN 6
BERPIKIR
KREATIF DAN KRITIS
Berpikir
kreatif adalah berpikir dengan tidak memmbatasi diri pada hal-hal yang biasa
dan rutin, tetapi mencari terobosan baru atau ide-ide baru agar terjadi
perubahan atau peningkatan. Kemampuan ini dapat diasah, dibiasakan dan
dikembangkan pada semua orang.
Hambatan-hambatan
seseorang untuk menjadi kreatif, dikarenakan factor berikut :
·Kebiasaan , kebiasaan dalam melaksanakan pekerjaan
yang sama dengan cara yang sama
·Waktu, kesibukan sering sekali dijadikan alasan untuk
tidak menjadi kreatif
·Dibanjiri masalah, jika kita berada di rumah dan mau
ke sekolah kita menghadapi satu masalah
·Tidak ada masalah, kita adalah makhluk pemecah masalah
yang terus-menerus menghadapi dan memecahkan sejumlah masalahnya.
·Takut gagal
·Kebutuhan akan sebuah jawaban sekarang
·Kurang memperluas wawasan
·Takut bersenang-senang
·Dibutuhkan ide-ide dan gagasan yang fleksibel
PELAJARAN 7
MENGHADAPI TANTANGAN
Dalam buku
yangberjudul Adversity Quotient ,manusia dibedakan menjadi tiga tipe
takni :
-Tipe manusia quitter atau orang-orang
yang berhenti/menyerah, manusia ini adalah tipe manusia yang cepat menyerah
dalam menghadapi segala tantangan.
-Tipe manusia camper atau manusia yang berkemah,
tipe ini adalah manusia yang berjuang setengah-setengah, masih separuh jalan.
-Tipe manusia pendaki atau climber, manusia yang
tidak pernah menyerah dalam berjuang mencapai sukses demi sukses.
Sebelum
mengatasi tantangan, kita harus tahu seperti apa tantangan yang kita hadapi
itu.
Sebagai remaja
ada beberapa bentuk tantangan yang ditemui, antara lain:
-Menyelesaikan proses belajar dan kewajiban sebagai
pelajar dengan kritis dan bertanggungjawab;
-Mampu bersosialisasi dengan baik;
-Mampu mengaktualisasikan diri dalam pergaulandan dalam
keluarga;
-Memenuhi target hidup dalam bentuk mewujudkan rencana
hidup;
-Menghilangkan berbagai keraguan, ketakutan, prasangka,
iri hati, dendam.
Untuk
menghadapi tantangan tersebut, maka di Efesus 6 : 10-20 kita diberi tahu
perlengkapan senjata rohani, yakni:
-Ikat pinggang kebenaran;
-Baju zirah keadilan;
-Kasut kerelaan untuk memberitakan injil damai
sejahtera;
-Perisai iman;
-Ketopong keselamatan;
-Pedang roh berupa firman Allah;
-Doa tiap waktu di dalam roh;
-Permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang
kudus.
PELAJARAN 8
DASAR
KELUARGA KRISTEN
Keluarga
dianggap sebagai unit terkecil dari masyarkat. Fungsi keluarga antara lain :
-Reproduksi : wadah resmi untuk lahirnya anak
-Pengaturan seksual : suami istri memiliki hak dan
kewajiban dalam berhubungan seks
-Sosialisai : mengajar anak tenang norma yang berlaku
di masyarakat
-Afeksi : saling mengasihi
-Status : status sebagai ayah dan ibu menunjukkan tugas
dan tanggungjawab mereka.
-Perlindungan : anak yang lahir mendapat perlindungan
dari orang tua sampai ia cukup dewasa
-Ekonomi : suami bertanggung jawab untuk menafkahi
keluarganya.
Dalam kitab
Kejadian 2 : 18, dikatakan bahwa fungsi keluarga sebagai penolong yang sepadan.
Itu berarti :
-Bentuk keseimbangan antara laki-laki dan perempuan
sebagai pasangan suami istri.
-Masing-masing merendahkan hati untuk menerima
kekurangan maupun kelebihan pasangannya.
-Relasi yang sehat dan saling membangun antara suami
istri, melalui komunikasi dua arah, saling terbuka dan jujur.
Makna dari
“menjadi satu daging”. Hal ini mencakup :
-Setiap pihak menjadi serupa satu dengan yang lain
dalam arti menduplikasi yang lainnya.
-Tidak ada perbedaan antara pihak yang satu dengan
pihak yang lain.
-Terjadi sebuah keluarga baru yang monogamis.
-Menjadikan dua pribadi menjadi sehati.
Dalam 1
Korintus 11:3 ; Kolose 83:18-21 ; Efesus 5:22-6:4, Rasul Paulus menegaskan apa
artinya menjadikan Kristus sebagai kepala, yaitu menjadikan seluruh ajaran
Yesus sebagai acuan hidup berkeluarga. Beberapa hal pokok yang dapat menjadi
fondasi kuat dalam hidup berkeluarga :
-Memprioritaskan Kristus dalam hidup mereka.
-Sikap saling mengasihi dan saling menghormati di
antara anggota keluarga.
-Cinta kasih yang tanpa batas.
-Sikap empati dan sikap simpati antar-sesam anggota
keluarga